
Surabaya, 13 Oktober 2026, Jurusan Teknik Pemesinan (TPM) SMKN 3 Surabaya mengikuti Kegiatan Kunjungan Industri ke PT. Madubaru – Madukismo Yogyakarta, Rabu 7 Oktober 2026. Kunjungan industri tersebut dilaksanakan di PT.Madubaru-Madukismo Desa Jl. Padokan, Rogocolo, Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
diikuti oleh 100 peserta didik kelas XI dan 10 guru pendamping.
Kunjungan industri tersebut didampingi langsung oleh Kepala Jurusan TPM SMKN 3 Surabaya Ibnu Abbas, SPd, dan disambut oleh jajaran perwakilan direksi PT Madubaru. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia industri sekaligus memahami proses produksi yang berlangsung di salah satu pabrik gula bersejarah di Indonesia.


Perusahaan ini memiliki nilai historis yang tinggi karena merupakan salah satu dari 17 pabrik gula yang dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Hingga kini, PT Madubaru tetap beroperasi sebagai pabrik gula dan pabrik alkohol atau spiritus yang berperan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya produksi gula pasir. Dalam kunjungan tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah perusahaan, proses pengolahan tebu menjadi gula, hingga sistem operasional industri yang diterapkan di lingkungan pabrik. Interaksi langsung dengan para pengelola industri memberikan pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
Kepala Kepala Jurusan TPM SMKN 3 Surabaya Ibnu Abbas, SPd, menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan industri merupakan salah satu upaya sekolah untuk memperluas wawasan siswa mengenai dunia kerja dan dunia industri yang sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia kerja, meningkatkan motivasi belajar, serta mengenal budaya industri yang menekankan aspek keselamatan kerja, kedisiplinan, dan profesionalisme.
Selain itu, kunjungan industri juga menjadi sarana mempererat hubungan kemitraan antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri. Tidak hanya mendapatkan materi edukatif, para siswa juga merasakan pengalaman yang menarik saat diajak berkeliling area pabrik menggunakan kereta pengangkut tebu atau yang lebih dikenal sebagai kereta lori. Perjalanan menggunakan lori tersebut memberikan sensasi tersendiri sekaligus memperlihatkan secara langsung jalur distribusi tebu menuju area pengolahan.

