
Surabaya, 27 April 2026 — SMKN 3 Surabaya bekerja sama dengan Mahasiswa PLP Unesa dalam menyelenggarakan seminar dengan tema “Building a Resilient Generation: Drug Free, Great Without Bullying” yang bertujuan dalam pembentukan karakter siswa yang lebih kuat, sehat, dan berintegritas. Kegiatan seminar ini dilaksanakan di Aula SMKN 3 Surabaya dan diikuti oleh seluruh pengurus kelas X, dengan total 25 kelas. Seminar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Syahrul Fath sebagai pemateri pertama dan Dwi Kunti sebagai pemateri kedua. Keduanya membawakan materi yang relevan dengan kehidupan remaja saat ini, khususnya terkait bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan perundungan (bullying).
Syahrul Fath dalam pemaparan materinya tidak hanya menjelaskan tentang betapa pentingnya menekankan kesadaran diri, tetapi juga secara tidak langsung mengajak para siswa untuk memahami dampak jangka panjang dari penyalahgunaan narkotika, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun masa depan. Dalam hal ini, ia menyebutkan bahwa banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang berawal dari faktor lingkungan dan rasa penasaran remaja pada masa pubertas, sehingga kemampuan menolak ajakan yang mengarah pada hal-hal negatif menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki setiap pelajar. Selain itu, ia juga mendorong peserta untuk membangun lingkaran pertemanan yang positif agar dapat saling mendukung dalam menjauhi pengaruh negatif, aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, serta berani menjadi pengaruh baik bagi teman sebaya dalam menerapkan gaya hidup sehat.
Sementara itu, Dwi Kunti membahas isu bullying yang cukup familiar bagi para siswa dan menjadi salah satu tantangan serius di lingkungan sekitar, terutama di sekolah. Ia menjelaskan bahwa bentuk bullying dapat berupa apa saja, contohnya verbal, fisik, maupun cyberbullying yang kini marak terjadi di era digital. Dalam penjelasannya, Dwi Kunti mengajak para siswa untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak bersikap acuh ketika melihat tindakan perundungan. Ia juga menekankan bahwa setiap pelajar harus berani bersuara, melaporkan tindakan pelaku bullying, serta memberikan dukungan kepada korban. Menurutnya, dengan menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan suportif akan sangat berpengaruh dalam perkembangan mental, emosional, serta kepercayaan diri siswa.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Berbagai pertanyaan kritis dan pengalaman yang dibagikan menunjukkan tingginya kepedulian siswa terhadap isu narkoba dan bullying yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Interaksi yang terbangun selama kegiatan juga menciptakan ruang dialog yang terbuka, sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan dirasakan relevansinya oleh para peserta.
Melalui seminar ini, SMKN 3 Surabaya bersama PLP Unesa berharap dapat menanamkan nilai-nilai positif serta para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, inklusif, serta bebas dari narkoba dan segala bentuk kekerasan.
