
Pendidikan masa depan di Indonesia perlu dibangun di atas fondasi literasi teknologi yang kuat. Saat ini, penguasaan coding dan kecerdasan artifisial (KA) bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama. Sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi era pembelajaran digital, SMKN 3 Surabaya menggelar Diseminasi Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) pada Kamis (21/8/2025) bertempat di Ruang meeting mulai pukul 08 sampai selesai. Tujuannya, agar setiap guru dan siswa mampu beradaptasi, berinovasi, dan bersaing di era digital.


Kita semua tahu peran penting teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah pun tak boleh tertinggal. Data menunjukkan bahwa penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kurikulum nasional. Guru sebagai ujung tombak harus memahami cara memanfaatkan teknologi agar proses belajar menjadi lebih menarik. Mereka juga harus membekali siswa dengan kemampuan dasar coding dan pengenalan KA agar mampu bersaing di masa depan.
Mengajarkan coding dan KA di sekolah bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban. Langkah kecil yang dimulai dari kegiatan sederhana bisa berbuah besar di masa depan. Penting saat ini untuk melibatkan semua pihak, dari guru, orang tua, hingga pemerintah. Bersama, kita bisa ciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, inovatif, dan mampu bersaing dalam era digital. Ingat, masa depan Indonesia ada di tangan guru dan siswa hari ini. Langkah awal mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya besar. Mari tanamkan budaya inovatif dan kolaboratif sejak dini. Dengan literasi teknologi yang cukup, anak-anak akan mampu menghadapi tantangan zaman dan menjadi agen perubahan. Bersama kita wujudkan Indonesia Emas 2045, satu langkah coding dan KA dalam satu waktu, mampu mengubah masa depan menjadi lebih cerah.


